"MEMBERIKAN kepercayaan kepada seseorang itu sulit. Lebih sulit lagi menjaga kepercayaan itu. Tapi, yang lebih sulit lagi adalah mempertahankannya."
Ini dialog Amir Khan dan Kharisma Kapoor dalam film "Maan", film yang memperlihatkan kisah perubahan seorang laki-laki karena menemukan kepercayaan atas nama cinta. Orang yang selama ini tidak pernah percaya cinta, bisa berubah 180 derajat, bahkan bisa memutarbalikkan seluruh sendi kehidupannya saat dia menemukan seseorang yang dicintai dan dipercayai sepenuh hati. Kepercayaan inilah yang mendorong perubahan itu.
Memang, dalam kehidupan keseharian kita, proses memberi, mempertahankan, dan menjaga kepercayaan menjadi proses yang bisa kita dapatkan di setiap sudut kehidupan.
Sebuah kepercayaan besar diberikan seorang istri kepada suaminya yang sedang bekerja. Dalam kepercayaan tersebut terselip sebuah keniscayaan sang suami akan terus menjaga dan mempertahankan kepercayaan tersebut. Bahwa sang suami tidak akan berbohong dan mengingkari kepercayaan sang istri.
Landasannya, cinta.
Kepercayaan juga diberikan masyarakat kepada pemimpin dan wakil-wakilnya. Rasa percaya yang kemudian melahirkan amanah yang diberikan masyarakat tersebut harus tetap dijaga untuk bisa diejahwantahkan. Hal yang sama juga dilakukan seorang pedagang dan pembeli yang hanya bermodalkan "kepercayaan" dalam bertransaksi. Begitu banyak proses kehidupan yang berlangsung yang bermuara pada kepercayaan.
Lalu, bagaimana ketika sang istri menemui sang suami telah berbohong di belakangnya. Pun dengan perasaan rakyat yang dikhianati para pemimpinnya.
Rasa sakit dan pedih itulah yang ada. Perasaan dikhianati orang yang selama ini sangat kita percayai dan cintai tentu melahirkan luka teramat dalam. Bukan hanya perasaannya yang terkoyak, tetapi juga pandangan hidupnya akan hancur. Sebab, cinta yang selama ini dipegang erat, ternyata melahirkan sebuah dusta.
Yang lebih menyakitkan, pengumpatan pada diri yang kemudian terjadi. Bagaimana dengan mudahnya kita dipermainkan dan dibodohi seseorang yang begitu amat kita cintai.
Dan, untuk memulihkan dan mengembalikan kepercayaan tersebut seperti sediakala sangatlah tidak mungkin. Sebab, kalaupun akhirnya bisa sembuh, dia tidak akan bisa sepenuhnya kembali. Karena yang kemudian ada hanyalah akan melahirkan prasangka dan praduga yang juga sangatlah menyakitkan.
Fatalnya lagi, dia tidak akan pernah kembali. Sebab, hilangnya kepercayaan juga telah menghancurkan perasaan serta cintanya. Siapkah kita kehilangan orang-orang yang kita cintai dan telah begitu mempercayai kita hanya demi sebuah kesenangan kecil ataupun penghianatan kecil?
Kamis, 24 Maret 2011
Trust
Posted by Knowwell
3/24/2011 01:11:00 AM, under berkata-kata | No comments

0 komentar:
Posting Komentar