Kamis, 24 Maret 2011

saat

Posted by Knowwell 3/24/2011 01:17:00 AM, under | No comments

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu
sendiri
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan
bukan untuk dirimu sendiri
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk
kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu
Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada disisinya maka kau akan
bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada disisinya maka kau akan
menggenggam erat tangannya...
SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan
menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis
dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini
bersama-sama. "
SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan
menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan
bukan matamu
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah
anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."
Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak
mau lagi bicara padanya
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan MENANGIS
untuknya
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa
dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.semoga dia bisa berubah."
Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan
tulus...
SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya
SUKA adalah hal yang menuntut
SAYANG adalah hal memberi dan menerima
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela

menara kita

Posted by Knowwell 3/24/2011 01:15:00 AM, under | No comments

Rasanya baru kemarin kita bertemu dalam mimpi.
Kau telah bernyanyi bagiku dalam kesendirianku, dan aku telah membangun menara di langit
Tetapi kini tidur kita telah usai dan mimpi kita sudah lenyap, dan hari tidak lagi fajar.
Jika dalam senja kala kenangan kita bertemu sekali lagi, kita akan berbicara bersama lagi dan kau akan menyanyi bagiku dengan lagu yang lebih dalam
Dan jika tangan-tangan kita bertemu kembali dalam mimpi lain, kita akan membangun menara lain lagi di langit

2 tetes air mata

Posted by Knowwell 3/24/2011 01:13:00 AM, under | No comments

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.”
 
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
 
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Trust

Posted by Knowwell 3/24/2011 01:11:00 AM, under | No comments

"MEMBERIKAN kepercayaan kepada seseorang itu sulit. Lebih sulit lagi menjaga kepercayaan itu. Tapi, yang lebih sulit lagi adalah mempertahankannya."

Ini dialog Amir Khan dan Kharisma Kapoor dalam film "Maan", film yang memperlihatkan kisah perubahan seorang laki-laki karena menemukan kepercayaan atas nama cinta. Orang yang selama ini tidak pernah percaya cinta, bisa berubah 180 derajat, bahkan bisa memutarbalikkan seluruh sendi kehidupannya saat dia menemukan seseorang yang dicintai dan dipercayai sepenuh hati. Kepercayaan inilah yang mendorong perubahan itu.
Memang, dalam kehidupan keseharian kita, proses memberi, mempertahankan, dan menjaga kepercayaan menjadi proses yang bisa kita dapatkan di setiap sudut kehidupan.
Sebuah kepercayaan besar diberikan seorang istri kepada suaminya yang sedang bekerja. Dalam kepercayaan tersebut terselip sebuah keniscayaan sang suami akan terus menjaga dan mempertahankan kepercayaan tersebut. Bahwa sang suami tidak akan berbohong dan mengingkari kepercayaan sang istri.
Landasannya, cinta.
Kepercayaan juga diberikan masyarakat kepada pemimpin dan wakil-wakilnya. Rasa percaya yang kemudian melahirkan amanah yang diberikan masyarakat tersebut harus tetap dijaga untuk bisa diejahwantahkan. Hal yang sama juga dilakukan seorang pedagang dan pembeli yang hanya bermodalkan "kepercayaan" dalam bertransaksi. Begitu banyak proses kehidupan yang berlangsung yang bermuara pada kepercayaan.
Lalu, bagaimana ketika sang istri menemui sang suami telah berbohong di belakangnya. Pun dengan perasaan rakyat yang dikhianati para pemimpinnya.
Rasa sakit dan pedih itulah yang ada. Perasaan dikhianati orang yang selama ini sangat kita percayai dan cintai tentu melahirkan luka teramat dalam. Bukan hanya perasaannya yang terkoyak, tetapi juga pandangan hidupnya akan hancur. Sebab, cinta yang selama ini dipegang erat, ternyata melahirkan sebuah dusta.
Yang lebih menyakitkan, pengumpatan pada diri yang kemudian terjadi. Bagaimana dengan mudahnya kita dipermainkan dan dibodohi seseorang yang begitu amat kita cintai.
Dan, untuk memulihkan dan mengembalikan kepercayaan tersebut seperti sediakala sangatlah tidak mungkin. Sebab, kalaupun akhirnya bisa sembuh, dia tidak akan bisa sepenuhnya kembali. Karena yang kemudian ada hanyalah akan melahirkan prasangka dan praduga yang juga sangatlah menyakitkan.
Fatalnya lagi, dia tidak akan pernah kembali. Sebab, hilangnya kepercayaan juga telah menghancurkan perasaan serta cintanya. Siapkah kita kehilangan orang-orang yang kita cintai dan telah begitu mempercayai kita hanya demi sebuah kesenangan kecil ataupun penghianatan kecil?